Postingan

Nge-cek RAM (tipe, speed, dll.)

Tarkadang saat ingin menambah memori kita tidak tahu tipe apa yang terpasang di kompie kita. Ada cara untuk mengetahuinya tanpa harus membongkar kompie Anda. Ketik di terminal: $ sudo dmidecode --type 17 atau $ sudo dmidecode --type 17 | more maka akan tertera: # dmidecode 2.9 SMBIOS 2.4 present. Handle 0x0019, DMI type 17, 27 bytes Memory Device Array Handle: 0x0018 Error Information Handle: Not Provided Total Width: 64 bits Data Width: 64 bits Size: 512 MB Form Factor: DIMM Set: None Locator: DIMM0 Bank Locator: BANK 0 Type: DDR2 Type Detail: Synchronous Speed: 533 MHz (1.9 ns) Manufacturer: 0xAD00000000000000 Serial Number: 0x00004025 Asset Tag: Unknown Part Number: 0x48594D503136345336344350362D59352020 Handle 0x001C, DMI type 17, 27 bytes Memory Device Array Handle: 0x0018 Error Information Handle: Not Provided Total Width: Unknown Data Width: Unknown Size: No Module Installed Form Factor: DIM...

9.10: so far so good...

Yak. Dengan DVD eksternal pinjeman dari SMA sebelah (1 TB thanx 4 Ms. Resa!), akhirnya KK berhasil diinstal ke notbuk. Tampilan sudah berubah sejak proses instalasi, namun langkah-langkahnya tidak berbeda dengan versi sebelumnya dan mudah diikuti. Setelah dijalankan, booting terasa lebih cepat sedikit dari 9.04. Setelah menjalankan update dan penambahan codec untuk MP3, DVD dll. semuanya berjalan seperti yang diharapkan. Proses mount dan unmount USB drive (Flash dan HD eksternal) terasa lebih cepat, namun ada juga yg mount-nya agak lambat, mungkin tergantung dari kualitas atau tipe USB drive-nya. Penambahan sejumlah aplikasi yang biasa saya gunakan juga berlangsung memuaskan, walaupun donlot dilakukan secara nirkabel/melalui hotspot . OpenOffice telah menggunakan versi 3.1 dan Firefox 3.5. Kesimpulan dari instalasi yang saya jalankan seperti ini: Booting dan mounting/unmounting relatif lebih cepat Tampilan desktop semakin halus dan elegan, hampir seperti Mac (terutama desain ikon-ik...

Karmic Koala!

Bad news. KK udah didonlot dan di burn ke DVD, tapiiiiiiiiiiiiii koq ya DVD-ROM gw ngadat yak >:( Terpaksa dibenerin dulu deh. Jadi implementasi KK ditunda doeloe... Tunggu aja kabar lanjutannya...

Pidgin dan Kopete tidak bisa sign-in ke Yahoo di Ubuntu 9.04

Buka Terminal dan ketik: sudo gedit /etc/hosts Setelah itu pada akhir baris tambahkan: 66.163.181.184 scs.msg.yahoo.com Save dan Close gEdit kemudian restart Pidgin atau Kopete. CATATAN: konfigurasi diatas tidak berlaku apabila Anda sudah meng-upgrade Pidgin Anda ke versi 2.5.7

Desktop Effect 9.04 enabled!!!!!

Akhirnya setelah menunggu dengan sabar - dan nyaris mengambil keputusan untuk downgrade ke 8.10 => -, pagi ini, Selasa 23 Juni 2009, Ubuntu memberikan update yang mengaktifkan kembali Desktop Effect (untuk fungsi Normal dan Extra). Memang belum dicoba untuk Cairo-Dock yang biasa saya gunakan, tetapi semoga segalanya akan lancar :)

Mengubah .mp3 ke .ogg untuk Minbar

Gambar
Ketika menambahkan Sabily - dulunya Ubuntu Muslim Edition - ke 9.04 saya, ada Minbar yang berfungsi sebagai pengingat waktu sholat. Memang di Firefox saya sudah ada PrayTimes, tapi kalo sedang tidak browsing kan tidak jalan PrayTimesnya. Nah, di Minbar ini saya coba tambahkan suara adzan yang saya download sendiri. Ternyata karena formatnya .mp3, suaranya tidak keluar. Di Internet saya temukan bahwa format yang digunakan harus .ogg. Jadi melalui Add/Remove saya instal Sound Converter. Nah jika sudah terinstal, jalankan, kemudian ambil file-file yang akan dikonversi ke .ogg dengan menekan tombol Add File (jika berada dalam satu folder, ambil saja semuanya sekaligus, jangan satu-satu!) Lihat gambar dibawah: Secara default, Sound Converter akan mengubah file ke format .ogg. Kalo Anda kurang yakin, klik Edit > Preferences: Lihat Type of result? dan pastikan Format adalah .ogg. Setelah itu Close dan kembali ke window utama Sound Converter, klik tombol Convert dan tunggu. Secara otomatis...

Audacious

Gambar
Karena kecewa dengan Amarok 2 (walaupun sekarang yang 1.4 sudah bisa terinstal) dan XMMS2 yang entah kenapa tidak muncul ikonnya di Application, saya mencoba Audacious. Ternyata walaupun konfigurasi equalizernya harus diatur manual (walaupun bisa mengambil preset milik Winamp), hasilnya tidak mengecewakan. Karena speaker notbuk saya standar, saya coba dengan sepasang Altec Lansing dan headset yang kualitasnya cukup baik. Mencoba Queen dengan Another One Bites The Dust, dentuman bass John Deacon terdengar mantap. Sebaliknya pada Jealousy, improvisasi bass John yang lembut juga dapat dinikmati dengan baik. Pindah ke Level 42, cabikan bass Mark King terasa pas di kuping. Selain itu Audacious ringan, cepat startnya dan juga dapat di minimize pada system tray. Kesimpulan saya, Audacious layak digunakan untuk mendengar lagu-lagu kesayangan Anda.